Jakarta – Founder Millennial Activist Institute sekaligus Mantan Ketua BEM Nusantara, Hengky Primana, mengapresiasi langkah Wakil Ketua DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., yang memimpin rapat evaluasi perkembangan ekonomi nasional bersama pemerintah dan otoritas ekonomi. Menurutnya, penguatan nilai tukar rupiah pasca rapat tersebut menjadi bukti bahwa aspirasi mahasiswa dan masyarakat terkait kondisi ekonomi nasional didengar serta ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Hengky menilai, dalam beberapa waktu terakhir mahasiswa di berbagai daerah menyuarakan berbagai aspirasi mengenai kondisi ekonomi nasional, mulai dari stabilitas nilai tukar rupiah, daya beli masyarakat, hingga peluang kerja bagi generasi muda. Karena itu, langkah DPR RI yang memfasilitasi rapat evaluasi ekonomi bersama pemerintah dan Bank Indonesia patut diapresiasi.
“Sebagai mantan Ketua BEM Nusantara, saya melihat penguatan rupiah setelah rapat evaluasi ekonomi ini sebagai sinyal positif. Lebih dari itu, ini menunjukkan bahwa suara mahasiswa dan masyarakat tidak berhenti sebagai kritik semata, tetapi benar-benar didengar dan direspons melalui langkah konkret pemerintah dan DPR RI,” ujar Hengky Primana.
Menurut Hengky, pertemuan yang dipimpin Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H. menunjukkan komitmen kuat seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung. Koordinasi yang baik antara DPR, pemerintah, dan Bank Indonesia dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar serta memperkuat nilai tukar rupiah.
“Demonstrasi mahasiswa adalah bagian dari demokrasi. Ketika aspirasi tersebut dijawab dengan evaluasi menyeluruh dan langkah nyata untuk memperkuat ekonomi nasional, maka itu menunjukkan bahwa mekanisme demokrasi berjalan dengan baik. Negara hadir, mendengar, dan bertindak,” lanjutnya.
Hengky menambahkan, penguatan rupiah pasca rapat evaluasi ekonomi tersebut juga memberikan optimisme baru bagi masyarakat dan pelaku usaha. Ia berharap hasil rapat tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan yang semakin berpihak kepada rakyat, memperkuat sektor riil, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya beli masyarakat.
“Kami mengapresiasi kepemimpinan Pak Dasco yang mampu memperkuat sinergi antara DPR, pemerintah, dan otoritas ekonomi dalam menjaga stabilitas nasional. Penguatan rupiah ini bukan sekadar angka, tetapi juga simbol meningkatnya kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia,” katanya.
Sebagai representasi generasi muda, Hengky menegaskan bahwa mahasiswa akan terus menjadi mitra kritis dalam pembangunan bangsa. Namun, ia menilai pemerintah dan DPR telah menunjukkan respons yang baik dengan membuka ruang dialog serta menghadirkan langkah-langkah konkret dalam menjawab berbagai kekhawatiran masyarakat terkait kondisi ekonomi nasional.
“Momentum ini harus dijaga. Ketika aspirasi mahasiswa didengar dan ditindaklanjuti dengan kebijakan yang tepat, maka kepercayaan publik akan semakin kuat. Ini adalah contoh bahwa demokrasi Indonesia berjalan dan mampu menghasilkan solusi bagi kepentingan rakyat,” tutup Hengky.
Millennial Activist Institute menilai penguatan rupiah pasca rapat evaluasi ekonomi yang dipimpin Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H. menjadi bukti bahwa aspirasi mahasiswa didengar dan direspons melalui langkah-langkah nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap Indonesia.


