DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Konflik Timur Tengah Picu Risiko Inflasi, Tekan Harapan Suku Bunga
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > Konflik Timur Tengah Picu Risiko Inflasi, Tekan Harapan Suku Bunga
Ekonomi

Konflik Timur Tengah Picu Risiko Inflasi, Tekan Harapan Suku Bunga

vrtitimes Published Maret 30, 2026
Share
SHARE

Eskalasi konflik Timur Tengah mendorong kenaikan harga energi dan risiko inflasi, membatasi ruang The Fed untuk memangkas suku bunga.

Pasar keuangan global memasuki fase yang semakin kompleks seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Wall Street menutup pekan perdagangan di zona merah, dengan pelemahan pada indeks utama seperti S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones Industrial Average. Kondisi ini mencerminkan perubahan sentimen investor yang kini lebih fokus pada peningkatan risiko global dibanding sekadar data ekonomi.

Sejak eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari, tekanan jual terjadi secara konsisten di pasar saham. Penurunan indeks yang berlangsung hingga empat minggu berturut-turut serta pergerakan di bawah level teknikal penting, seperti rata-rata 200 hari, menunjukkan pasar tengah memasuki fase risk-off yang lebih dalam. Investor mulai melakukan penyesuaian harga (repricing) terhadap risiko geopolitik yang meningkat tajam.

Salah satu faktor utama yang mendorong perubahan ini adalah gangguan pada rantai pasok energi global. Ketegangan di kawasan strategis seperti Selat Hormuz—jalur distribusi sekitar 20% pasokan minyak dunia—meningkatkan kekhawatiran akan potensi gangguan suplai. Dalam banyak kasus historis, gangguan di wilayah ini sering diikuti lonjakan harga minyak yang signifikan serta volatilitas pasar energi yang tinggi.

Baca Juga  Atur Perjalanan Akhir Tahun Lebih Ringan, Cek Dana Fleksibel dari BRI Finance

Kenaikan harga energi tersebut berpotensi memicu tekanan inflasi baru secara global. Berbeda dengan inflasi berbasis permintaan yang sebelumnya mulai mereda, inflasi akibat kenaikan harga energi cenderung lebih sulit dikendalikan. Risiko efek lanjutan (second-round effect) juga meningkat, di mana kenaikan biaya produksi dapat mendorong harga barang dan jasa secara lebih luas.

Dampak langsung dari kondisi ini terlihat pada ekspektasi kebijakan moneter. Federal Reserve kini menghadapi dilema antara menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan potensi inflasi yang kembali meningkat, ruang untuk pemangkasan suku bunga menjadi semakin terbatas. Pasar pun mulai mengadopsi skenario “higher for longer”, di mana suku bunga tinggi dipertahankan lebih lama dari yang sebelumnya diharapkan.

Di sisi geopolitik, ketidakpastian semakin meningkat seiring belum jelasnya arah resolusi konflik. Pernyataan dari Donald Trump terkait potensi negosiasi dengan Iran belum diikuti perkembangan signifikan di lapangan. Aktivitas militer yang masih berlangsung serta peningkatan pengerahan pasukan menunjukkan bahwa risiko eskalasi tetap tinggi.

Baca Juga  India–Indonesia: Dua Sahabat Sejiwa di Era Baru

Selain faktor eksternal, pasar juga mencermati sejumlah indikator ekonomi domestik AS. Data sentimen konsumen mulai menunjukkan pelemahan, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian rumah tangga di tengah tekanan harga energi. Jika tren ini berlanjut, konsumsi domestik yang menjadi pilar utama ekonomi AS berpotensi melambat.

Sementara itu, pasar tenaga kerja masih relatif solid dengan tingkat klaim pengangguran yang rendah. Namun kondisi ini juga berpotensi memperlambat proses penurunan inflasi, sehingga memperkuat alasan bagi bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Di tengah dinamika global yang kompleks ini, investor perlu memantau pergerakan pasar secara lebih cermat. Pergerakan saham Amerika Serikat, aset kripto, dan emas digital saat ini dapat diakses melalui aplikasi Nanovest. Platform ini memungkinkan investor Indonesia untuk memantau dan berinvestasi di berbagai instrumen global dalam satu aplikasi yang praktis.

Baca Juga  IDstar dan Tencent Cloud Perkuat Kemitraan Strategis Akselerasi Transformasi Cloud di Indonesia

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang terpercaya dan aman, serta telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, aset pengguna juga dilindungi dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas, memberikan rasa aman bagi investor pemula maupun berpengalaman. Informasi lebih lanjut tersedia di www.nanovest.io, dan aplikasi Nanovest dapat diunduh melalui Play Store maupun App Store.

About NANOVEST

Nanovest (PT Tumbuh Bersama Nano) merupakan platform digital marketplace berbasis aplikasi yang mempermudah akses para pengguna untuk memperdagangkan aset digital baik dalam bentuk saham global, aset kripto, maupun emas digital. Kami memiliki tujuan untuk merevolusi cara anak muda dalam berinvestasi agar dapat mencapai kebebasan finansial. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article ‘The Soul of Uluwatu’ Mendapatkan Penghargaan di JWTFF 2026, Bersaing dengan Puluhan Film dari Eropa dan Asia
Next Article FLOQ Perkuat Integrasi Lifestyle Lewat Kemitraan dengan ISMAYA
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,272
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang37
    • Payakumbuh315
    • Solok73
  • Ekonomi2,592
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,067
  • Olahraga82
  • Opini193
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized299
  • Video15

Berita Lainnya

Peluang Kripto Belum Habis, tapi Cara Mainnya Sudah Berubah
OJK Blokir 228 PAKD Ilegal, Pengguna Kripto Diimbau Pilih Platform Legal
Fusion Hotel Group Indonesia Gelar Creator Afternoon Tea dan Media Dinner Batam
Kolaborasi BRI dan DPD REI DIY Hadirkan Amazing BRI REI Property Expo 2026

Berita Terkait

Ekonomi

Gelar ICCE 2026, ICCA Hadirkan Konferensi Layanan Pelanggan dan Pameran Teknologi di Jakarta

September 28, 2026
Ekonomi

Telkom AI Connect Papua Dorong Anak Muda Eksplorasi AI dalam Dunia Fotografi

September 28, 2026
Ekonomi

Tampil di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Besutan Founder Indonesia Temui 78 Pengunjung dan Buka Pembicaraan Kolaborasi dengan Komunitas Kesehatan Mental

September 28, 2026
Ekonomi

INDICO Gandeng Duolingo, Hadirkan Akses Belajar 40+ Bahasa Gratis untuk Pelanggan SIMPATI Plus

September 27, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?