DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Proyek Dragon Grup MIND ID, DPR Yakin Indonesia Masuk Ekosistem Baterai Global
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > Proyek Dragon Grup MIND ID, DPR Yakin Indonesia Masuk Ekosistem Baterai Global
Ekonomi

Proyek Dragon Grup MIND ID, DPR Yakin Indonesia Masuk Ekosistem Baterai Global

vrtitimes Published Februari 6, 2026
Share
SHARE

JAKARTA — Komisi XII DPR RI mendukung penuh proyek hilirisasi ekosistem baterai melalui Proyek Dragon yang dijalankan Grup MIND ID melalui Indonesian Battery Corporation (IBC).

Kerja sama strategis dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Limited (CATL) dinilai menjadi bukti nyata komitmen Negara dalam mempercepat pembangunan ekosistem baterai nasional yang mampu memberi manfaat bagi ekonomi nasional, dan meningkatkan kontribusi Indonesia dalam ekosistem baterai global.

Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya menegaskan, proyek baterai terintegrasi ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi berdampak positif bagi ekonomi Indonesia mulai dari memperkuat daya saing ekonomi, menarik investasi, memperluas lapangan kerja, serta mendukung transisi energi berbasis teknologi ramah lingkungan.

“Kegiatan hilirisasi merupakan kebijakan utama pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan menghasilkan multiplier effect bagi perekonomian nasional. Proyek baterai ini menjadi bagian penting dari strategi tersebut,” ujar Bambang dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR, Senin (2/2/2026).

Bambang menekankan DPR juga berharap pentingnya komitmen pengelolaan lingkungan, khususnya terkait limbah B3, baterai gagal fungsi, serta sistem daur ulang baterai pasca pakai agar industri baterai nasional berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga  Panduan Memilih Besi Plat untuk Rumah dan Proyek: Jenis, Fungsi, dan Tips Pemilihan

“Kami ingin memperoleh penjelasan komprehensif terkait progres proyek, kesiapan produksi, serta bagaimana komitmen pengelolaan lingkungan dan daur ulang baterai akan dijalankan,” ujarnya.

Adapun dalam kesimpulan rapat, Komisi XII DPR RI menegaskan empat poin utama dukungan terhadap pengembangan industri baterai nasional. Pertama, Komisi XII mendukung percepatan pembangunan proyek manufaktur baterai kendaraan listrik di Karawang agar dapat segera berproduksi, dengan tetap mengutamakan pengelolaan lingkungan dan sosial sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kedua, Komisi XII mendorong IBC untuk segera merealisasikan investasi-investasi baru dalam pengembangan baterai kendaraan listrik dan battery energy storage system (BESS) berbasis nikel dengan memanfaatkan potensi sumber daya mineral Indonesia.

Ketiga, Komisi XII mendukung pemberian insentif fiskal berupa tax holiday serta perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang lebih optimal bagi IBC, mengingat proyek ini membangun rantai industri baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Anggota Komisi XII DPR Cek Endra mengapresiasi percepatan pembangunan proyek tersebut yang dinilai melampaui ekspektasi awal. Dari lahan kosong, fasilitas produksi kini hampir rampung dan ditargetkan mulai berproduksi pada Juni 2026 dengan nilai investasi sekitar Rp 7 triliun.

Baca Juga  Roundtable Teknologi Menyatukan Industri dan Pemerintah untuk Mendorong Pertumbuhan Energi Berkelanjutan Menuju Target PDB 8%

“Progresnya luar biasa. Ini menunjukkan keseriusan investasi dan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk masuk lebih dalam ke ekosistem baterai global,” ujar Cek Endra.

Di samping itu, Komisi XII juga menyoroti pentingnya kepastian pasar domestik guna menjaga keberlanjutan industri. Selain sektor kendaraan listrik, pemanfaatan baterai untuk sistem penyimpanan energi di sektor kelistrikan dan rumah tangga dinilai perlu diperluas agar kapasitas produksi besar tidak berisiko memicu kelebihan pasokan.

“Kepastian pasar domestik dan sosialisasi pemanfaatan baterai storage menjadi kunci agar industri ini tumbuh sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.

Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif menyatakan, kehadiran Grup MIND ID melalui IBC sangat relevan dengan agenda Asta Cita pemerintah, khususnya terkait kemandirian energi, ekonomi hijau, dan hilirisasi industri. IBC menargetkan pembangunan rantai nilai baterai terintegrasi, mulai dari pengolahan material berbasis nikel, manufaktur baterai, hingga pengembangan industri daur ulang.

Baca Juga  UU Cipta Kerja Disahkan, Berikut Keuntungan UU Cipta Kerja Bagi Buruh Versi Pemerintah

“Indonesia memiliki keunggulan sumber daya nikel. Tantangannya adalah memastikan pasar domestik kuat, regulasi konsisten, dan dukungan insentif agar ekosistem baterai ini berkelanjutan dan kompetitif secara global,” ujar Aditya.

Ia menambahkan, pembangunan pabrik baterai lithium-ion di Karawang yang dikembangkan melalui perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi atau battery energy storage system (BESS).

Pada tahap awal, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi sebesar 6,9 gigawatt hour (GWh) dan mulai beroperasi secara komersial pada pertengahan 2026. Produk baterai akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor.

Ia menambahkan, dukungan kebijakan diperlukan terutama terkait harmonisasi regulasi hulu-hilir, kepastian klasifikasi usaha (KBLI), serta regulasi battery recycling dan second life battery agar baterai bekas dapat diposisikan sebagai sumber daya baru dalam kerangka ekonomi sirkular.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Influencer Marketing bergeser dari strategi awareness menjadi ROI di seluruh APAC
Next Article Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah986
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota413
    • Padang34
    • Payakumbuh86
    • Solok73
  • Ekonomi1,188
  • Headline406
  • Internasional82
  • Khazanah212
  • Lifestyle112
  • Nasional946
  • Olahraga79
  • Opini178
  • Pariwara Lipsus30
  • Politik260
  • Uncategorized274
  • Video15

Berita Lainnya

Halal Bihalal Polres Sijunjung, Kapolres Tekankan Soliditas dan Pelayanan Prima untuk Masyarakat
Pemko Payakumbuh Perkuat TKD Penanganan Dan Mitigasi Bencana
Wali Kota Zulmaeta Serahkan LKPD Tahun 2025 Ke BPK Perwakilan Provinsi Sumbar
BRI Region 6 Jakarta 1 Gelar Acara Halal Bihalal bersama jajaran Manajemen dan seluruh BRIliaN Region 6

Berita Terkait

Ekonomi

KAI Logistik Catat 13.435 Pengiriman Hewan Saat Ramadan – IdulFitri

Maret 27, 2026
Ekonomi

Negara Produsen Energi yang Berpotensi Diuntungkan Saat Krisis Minyak

Maret 27, 2026
Ekonomi

AXIS dan EVOS Hadirkan Pengalaman Ramadan Interaktif di Roblox Lewat Aktivasi #RamadanKitaBeda

Maret 27, 2026
Ekonomi

KAI Logistik Operasikan Container Yard 2 Merapi Perkuat Distribusi Energi

Maret 26, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?