Sumatera Utara, 1 Januari 2026 – Kegiatan pemberian bantuan sosial yang dilaksanakan selama empat hari berturut-turut telah selesai dilaksanakan dan disalurkan kepada masyarakat terdampak musibah di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Seluruh bantuan telah diterima dan dimanfaatkan oleh warga penerima sebagai bentuk dukungan logistik dan moril pascakejadian musibah.
Kegiatan sosial ini dipimpin oleh Ketua Patogar Indonesia sekaligus Ketua Pemangku Adat Tabagsel, Daulat Raja Martua Parluatan Siregar, MH, bersama Marsada Siregar, Sahala Harahap, Bahran Harahap, serta tim relawan. Dalam mendukung kelancaran pendistribusian, panitia menggunakan armada operasional berupa truk dan mobil defender agar bantuan dapat menjangkau wilayah sasaran secara efektif dan tepat waktu.
Bantuan yang disalurkan berupa 1.500 sak beras serta paket bingkisan kebutuhan pokok lainnya. Penyaluran dilakukan secara langsung ke sejumlah desa dan wilayah yang sebelumnya telah dilakukan pendataan, guna memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar terdampak musibah.
Adapun sumber bantuan dan donasi berasal dari keluarga besar Patogar Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, di antaranya DKI Jakarta, Timika (Papua), Sulawesi, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Sumatera Utara, Aceh, Batam, Bangka Belitung, Bengkulu, hingga Kalimantan.
Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan donasi dari keluarga besar Badan Pemangku Adat (BPA) Tabagsel.
Berdasarkan keterangan tim pelaksana, kegiatan bantuan sosial ini dilaksanakan sebagai respons atas musibah yang menimpa masyarakat di sejumlah wilayah. Bantuan diberikan sebagai bentuk kehadiran dan kepedulian sosial, sekaligus upaya meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Masyarakat penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Bantuan tersebut dinilai bukan hanya membantu secara material, tetapi juga memberikan dukungan psikologis dan semangat bagi warga untuk bangkit dan melanjutkan aktivitas kehidupan pascamusibah.
Selain bantuan logistik, upaya pemulihan juga dilakukan melalui dukungan kegiatan rekreasi. Kaisar Waterboom memberikan fasilitas kolam renang dan wahana permainan secara gratis bagi keluarga terdampak musibah. Fasilitas ini ditujukan untuk membantu pemulihan psikologis, mengurangi beban mental, serta memberikan ruang hiburan bagi warga, khususnya anak-anak dan keluarga.
Pihak desa yang terdampak diharapkan dapat melakukan koordinasi dengan manajemen Kaisar Waterboom di pokenjior dengan Bapak Husin Siregar untuk mengatur jadwal kunjungan masyarakat. Manajemen Kaisar Waterboom menyatakan komitmennya untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki.
Kegiatan bantuan sosial ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak pihak guna memperluas manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.


