DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Harga Emas Stabil Menguat, Pasar Cermati Data Inflasi AS
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > Harga Emas Stabil Menguat, Pasar Cermati Data Inflasi AS
Ekonomi

Harga Emas Stabil Menguat, Pasar Cermati Data Inflasi AS

vrtitimes Published Desember 27, 2025
Share
SHARE

Digindonews.com —

Harga emas (XAU/USD) dunia kembali mencatatkan penguatan pada pertengahan pekan, seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar dalam merespons dinamika ekonomi Amerika Serikat dan eskalasi risiko geopolitik global. Pada perdagangan Rabu (17/12), emas tercatat naik sekitar 0,87% dan bergerak di area $4.338, meski sempat menyentuh puncak harian di $4.349. Kenaikan ini terjadi setelah pasar mencerna laporan ketenagakerjaan AS yang tidak sepenuhnya solid, serta pernyataan pejabat bank sentral AS yang menegaskan pendekatan kebijakan yang tetap berhati-hati.

Menurut analisis dari Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha menilai bahwa struktur pergerakan emas saat ini masih menunjukkan penguatan tren bullish. Indikator teknikal, khususnya kombinasi candlestick dan Moving Average, mencerminkan dominasi minat beli yang masih terjaga. Fluktuasi harga yang terjadi belakangan ini dinilai sebagai fase penyesuaian wajar setelah reli, bukan sinyal pembalikan tren.

Baca Juga  Barantum, Solusi Vendor WhatsApp CRM untuk Bisnis Indonesia

Andy Nugraha menjelaskan bahwa secara teknikal terdapat dua skenario utama yang patut dicermati investor. Apabila sentimen positif berlanjut, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area $4.378, yang menjadi target terdekat dalam jangka pendek. Area tersebut dipandang sebagai level penting yang akan menguji kekuatan tren naik saat ini. Sebaliknya, jika tekanan jual muncul dan harga terkoreksi, maka level $4.294 diproyeksikan menjadi support awal yang dapat menahan pelemahan lebih lanjut.

Dari sisi fundamental, data Nonfarm Payrolls (NFP) terbaru menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS yang mulai kehilangan momentum. Pada Oktober, jumlah angkatan kerja tercatat menyusut sekitar 105.000 orang, sementara pada November hanya tercipta 64.000 lapangan kerja baru. Dampaknya, tingkat pengangguran meningkat dari 4,4% menjadi 4,6%, melampaui proyeksi bank sentral. Meski demikian, peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat masih terbatas, dengan probabilitas penurunan suku bunga pada Januari diperkirakan sekitar 24%.

Baca Juga  Teknologi LiDAR Memangkas Waktu Survei dari Mingguan Menjadi Harian

Komentar dari pejabat The Fed turut menjadi perhatian pasar. Gubernur The Fed, Christopher Waller, menyatakan bahwa kebijakan penurunan suku bunga sebelumnya telah memberikan dampak positif terhadap sektor tenaga kerja. Namun, ia juga menegaskan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk kembali memangkas suku bunga, seraya menyebutkan bahwa tekanan inflasi diperkirakan tidak akan kembali meningkat. Pernyataan ini membuat pasar berada dalam posisi menunggu arah kebijakan yang lebih jelas.

Di sisi lain, faktor geopolitik menjadi katalis tambahan bagi penguatan emas. Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade terhadap kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela dan menetapkan rezim negara tersebut sebagai organisasi teroris asing. Kebijakan ini meningkatkan ketegangan internasional dan mendorong kenaikan harga minyak mentah, yang pada akhirnya turut mengangkat daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Baca Juga  Jumlah Pengguna Meningkat, LRT Jabodebek Perkuat Kompetensi Train Attendant

Secara keseluruhan, Andy memandang bahwa prospek harga emas hari ini masih cenderung positif. Selama ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global belum mereda, emas diperkirakan tetap menjadi pilihan utama investor untuk melindungi nilai aset. Meski volatilitas jangka pendek tetap perlu diantisipasi, tren utama emas dinilai masih memiliki peluang berlanjut ke arah yang lebih tinggi.

 

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Benny Aktivis Pemuda: Kebijakan Remisi Natal Sudah Tepat dan Sesuai Prinsip Pemasyarakatan
Next Article Masa Angkutan Nataru 2025/2026 Dimulai, KAI Divre I Sumut Siap Manjakan Penumpang dengan Tambahan Kursi dan Pengamanan Ekstra
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,279
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang37
    • Payakumbuh321
    • Solok73
  • Ekonomi2,646
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,071
  • Olahraga82
  • Opini193
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized299
  • Video15

Berita Lainnya

Komunikasi Satu Pintu Dinilai Penting Hadapi Krisis Informasi Saat Bencana
BRI BO Otista Gelar BRILiaN Culture Festival di Bandung, Perkuat Implementasi Budaya Kerja
Xiang Xiang Hadirkan Cita Rasa Hunan Autentik Singapura di Delipark Medan
Open Pit Mining dan Drone: Cara Survey Tambang Terbuka Lebih Cepat dan Aman

Berita Terkait

Ekonomi

16ᵗʰ UOB Painting Of The Year Hadir Kembali di ASHTA

Oktober 2, 2026
Ekonomi

Sundaland Heritage Barbeque Dinner di Rà Suites Simatupang, Pilihan BBQ Dinner Setiap Jumat di Jakarta Selatan

Oktober 2, 2026
Ekonomi

USDJPY Berpotensi Melemah ke 156.598, Ini Analisis Dupoin Futures

Oktober 2, 2026
Ekonomi

Pelindo Multi Terminal Jamrud Nilam Mirah Perkuat Kinerja Layanan dan Dukungan Ekspor

Oktober 2, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?